Selasa, 02 Desember 2008

PENGOKOH HATI YANG RESAH

1. SIAP (RIDHA) DALAM HIDUP INI
Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga kita tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugas kita, perkara apapun yang terjadi kita serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Kita harus sadar betul bahwa yang terbaik bagi kita menurut kita belum tentu terbaik bagi kit menurut Allah, bahkan mungkin kita terkecoh oleh keinginan harapan kita sendiri. Pengetahuan kita tentang kehidupan dirikita atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun kita sangat menginginkan sesuatu, tetapi hati kita harus kita persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapankita. Karena mungkin itulah yang terbaik bagi kita.
2. RELA MENERIMA KENYATAAN YANG ADA
Realitas ( Kenyataan ) yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kita jalani. Emosional, sakit hati, dongkol, sedih, mengurung diri atau apapun yang membuat hati kita menjadi kecewa dan sengsara harus segera kita tinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik Kita menikmati apa adanya. Lubuk hati kita harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiran kita harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kita lakukan adalah mencari ayam, Kerupuk, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar (Jadilah bubur ), bubur ayam spesial tetap dapat kita nikmati.
3. JANGAN MEMPERSULIT DIRI
Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya, begitupun masalah yang menimpa kita pasti ada akhirnya. Kita harus sangat sabar menghadapinya. Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuan Kita, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba- Nya. Dengan pikiran buruk Kita hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri Kita. Tidak...!! Kita tidak boleh menzhalimi diri Kita sendiri. Pikiran kita harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Kita tak boleh terjebak mendramatisir masalah. Kita harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan karena kita tanggung sudah hidup diatas dunia ini, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kita hadapi dengan baik, Kita tak boleh menyerah, Kita tak boleh kalah karena kita masih punya tempat yang abadi ( Akhirat), nanti jika kita bersabar dan iktiar dengan ilmu. Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kita hadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu kita tak boleh mempersulit diri apalagi sakit hati, atau kecewa karena hidup kita sudah di ukur sejak dalam kandungan .
4.NILAI DIRI DENGAN KACAMATA AGAMA
Nasib baik atau buruk dalam pandangan kita mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia pasti ada hikmah di balik kejadian apapun asal kita mensikapinya dengan Ilmu dan jernih hati. Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar serta terus belajar dalam agama. Lebih baik kita renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpa Ku...? Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosaku. .?, kelalaianku. .?, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah karena harus uji kualitas iman kita . Aku...? mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki.. .?. Itibar (Bercermin) dari setiap kejadian adalah cermin pribadi Kita. Kita tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini kita bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
5. YAKINI HIDUP INI ALLAH LAH YANG BERBUAT TERBAIK UNTUK KITA
Kita harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolong atau untuk mencelakakan kita. tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Alloh, asal kita terus giat beribadah mencari ilmu membaca buku-buku islam . Hati Kita harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan banyak-banyak lah berdoa dalam shalat malam jangan malas bangun malam, sebab ijabahnya do'a adalah waktu sepertiga malam. Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba- Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan- Nya. Dengan demikian maka kita harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang akan mati dan tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya. "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya. " (QS [65] : 2-3)Orang yang akan selamat dunia & akhirat adalah orang yang selalu belajar mengenal Alloh dengan Benar, mengamalkan agamanya dengan benar, tidak meninggalkan belajar dalam agamanya, celaka dan selamatnya tergantung pemahaman agama dan pengamalannya. Pelajarilah AL-Qur'an & Al-Hadits Niscaya Anda Selamat sampai tujuan [Imam Abu Hatim]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar