Sabtu, 20 Desember 2008

DOA SEORANG WANITA UNTUK LELAKI PUJAANNYA

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang pria yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.
Seorang pria yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.
Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang pria yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku
seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika di sebelahnya.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan do’aku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta .
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat seorang pria itu bangga
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat-Mu yang lembut sehingga kecantikanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan“Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.
Amien.

Jumat, 19 Desember 2008

ENJOY YOUR COFFE, MY FRIEND

Salah satu kebiasaan saya adalah membaca berbagai buku, artikel dan majalah yang memperkaya jiwa. Saya memilih melakukan hal ini dari pada menghabiskan waktu sekedar membaca berita selebritis. Kali ini artikel di layar monitorku berasal dari salah seorang teman di milis alumni kampus. Kubaca pelan-pelan, karena dari awal isinya sudah menawarkan kedalaman.
Berikut isi e-mail tersebut:
Sekelompok alumni sebuah universitas mengadakan reuni di rumah salah seorang profesor favorit mereka yang dianggap paling bijak dan layak didengarkan.
Satu jam pertama, seperti umumnya diskusi di acara reuni, diisi dengan menceritakan (baca: membanggakan) prestasi di tempat kerja masing-masing. Adu prestasi, adu posisi dan adu gengsi, tentunya pada akhirnya bermuara pada berapa $ yang mereka punya dan kelola, mewarnai acara kangen-kangenan ini.
Jam kedua mulai muncul guratan dahi yang menampilkan keadaan sebenarnya. Hampir semua yang hadir sedang stres karena sebenarnya pekerjaan, prestasi, kondisi ekonomi, keluarga dan situasi hati mereka tak secerah apa yang mereka miliki dan duduki.Bahwa dolar mengalir deras, adalah sebuah fakta yang terlihat dengan jelas dari mobil yang mereka kendarai sertamerek baju dan jam tanganyangmereka pakai. Namun dilain pihak, mereka sebenarnya sedang dirundung masalah berat, yakni kehilangan makna hidup. Di satu sisi mereka sukses meraih kekayaan, di sisi lain mereka miskin dalam menikmati hidup dan kehidupan itu sendiri. They have money but not life.
Sang profesor mendengarkan celotehan mereka sambil menyiapkan seteko kopi hangat dan seperangkat cangkir. Ada yang terbuat dari kristal yang mahal, ada yang dari keramik asli Cina oleh-oleh salah seorang dari mereka, dan ada pula gelas dari plastik murahan untuk perlengkapan perkemahan sederhana. "Serve yourself, " kata profesor, memecah kegerahan suasana.
Semua mengambil cangkir dan kopi tanpa menyadari bahwa sang profesor sedang melakukan kajian akademik pengamatan perilaku, seperti layaknya seorang profesor yang senantiasa memiliki arti dan makna dalam setiap tindakannya.
"Jika engkau perhatikan, kalian semua mengambil cangkir yang paling mahal dan indah. Yang tertinggal hanya yang tampaknya kurang bagus dan murahan. Mengambil yang terbaik dan menyisakan yang kurang baik adalah sangat normal dan wajar. Namun, tahukah kalian bahwa inilah yang menyebabkan kalian stres dan tidak dapat menikmati hidup?" sang profesor memulai wejangannya. "Now consider this: life is the coffee, and the jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided, " kali ini kalimatnya mulai menekan hati. "So, don't let the cups drive you, enjoy the coffee instead, " demikian ia berkata sambil mempersilakan mereka menikmati kopi bersama.
Sewaktu membaca e-mail yang dikirim rekan saya Ucup, begitu panggilan akrabnya, saya ikut tertegun. Sesederhana itu rupanya. Profesor yang bijak selalu membuat yang sulit jadi mudah, sedangkan politikus selalu membuat yang mudah jadi sulit. Betapa banyak di antara kita yang salah menyiasati hidup ini dengan memutarbalikkan kopi dan cangkir. Tak jelas apa yang ingin kita nikmati, kopi yang enak atau cangkir yang cantik.
Ada tiga tipe pekerja (baca: profesional danpengusaha) yang sering kita lihat dalam menyiasati kopi dan cangkir kehidupan ini.
Pertama, pekerja yang sibuk mengejar pekerjaan, jabatan yang akhirnya hanya bertumpu pada kepemilikan jumlah dan kualitas cangkir kehidupan. Paradigmanya sangat sederhana, semakin banyak cangkir yang dipunyai, semakin bercahaya. Semakin bagus cangkir yang dimiliki tidak akan mengubah rasa kopi menjadi enak. Fokus hidup hanya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas cangkir. Ini yang menyebabkan terus terjadinya persaingan untuk menambah kepemilikan. Sukses diukur dengan seberapa banyak dan bagus apa yang dimiliki. Kala yang lain bisa membeli mobil mewah, ia pun terpacu mendapatkannya. Alhasil, tingkat stres menjadi sangat tinggi dan tak ada waktu untuk membenahi kopi. Semua upaya hanya untuk bagian luar, sedangkan bagian dalam semakin ketinggalan.
Kedua, pekerja yang menyadari bahwa kopinya ternyata pahit -artinya hidup yang terasa hambar; penuh kepahitan, dengki dan dendam; serta tak ada damai dan kebahagiaan- mencoba menutupnya dengan menyajikannya dalam cangkir yang lebih mahal lagi. Pikirannya juga sangat mudah, kopi yang tidak enak akan terkurangi rasa tidak enaknya dengan cangkir yang mahal. Rasa kurang dicintai rekan kerja, dikompensasi dengan mengadopsi anak asuh dan angkat. Tak merasa diperhatikan, dibungkus dengan memberikan perhatian pada korban gempa di Yogyakarta. Tak menghiraukan lingkungan, ditutup halus dengan program environmental development yang harus diresmikan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup. Tak memperhatikan orang lain dengan tulus, dibalut dengan program community development yang wah. Kalau tidak hati-hati, akan muncul pengusaha kaum Farisi yang munafik bagai kubur bersih, tapi di dalamnya sebenarnya tulang tengkorak yang jelek dan bau.
Ketiga, ada pula pekerja yang berkonsentrasi membenahi kopinya agar lebih enak, semakin enak dan menjadi sangat enak. Tipe ini tak terlalu pusing dengan penampilan cangkir. Pakaian yang mahal dan eksklusif tak mampu membuat borok jadi sembuh. Makanan yang mahal tak selalu membuat tubuh jadi sehat, malahan yang terjadi acap sebaliknya. Fokus pada kehidupan dan hidup menyebabkan ia dapat santai menghadapi hari-hari yang keras. la tak mau berkompromi dengan pekerjaan yang merusak martabat, sikap dan kebiasaan. Menyuap yang terus-menerus dilakukan hanya akan membuat dirinya tak mudah bersalah kala disuap. Fokus pada kopi yang enak, membuat ia tak mudah menyerah pada tuntutan pekerjaan, tekanan target penjualan yang mengontaminasi karakternya. Baginya, ini adalah kebodohan yang tak pernah dapat dipulihkan.
Profesor hidup lain lagi pernah berpetuah, "Take no thought for your life, what you shall eat or drink, nor your body what you shall put on. Is not the life more than meat and the body than raiment?" Kalau kita tidak sadar, kita bakal terjerembap: mengkhawatirkan cangkir padahal seharusnya kita fokus pada kopi.
E-mail itu diakhiri dengan seruan sederhana
Enjoy your coffee, my friend!
Saya pun merasakan adanya sindiran halus dari imel tadi. Karir kadang membuat seseorang menyingkirkan segalanya, yang dianggap tidak penting bagi karir, atau bahkan dirasakan menyita waktu dan mengganggu. Terkadang sekedar say hello kepada orang tua yang sudah membesarkannya pun sering kali seseorang lupa. Masih sambil menatap kosong ke layar monitor, Saya pun mengangkat ponsel, dan menelepon ibu. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa ternyata ada kerinduan yang selama ini saya abaikan.

Kamis, 18 Desember 2008

AYAH, CERITAKAN PADAKU BAGAIMANA AKHWAT SEJATI ITU?

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,"Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati?"
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
Anakku ...Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara."
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya.
"Ketahuilah putriku ...
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah ...Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul."
Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,"Pelajarilah mereka!"
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan " Istri Rasulullah."
Well, ada beberapa kesimpulan dari kisah di atas.
Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.
Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.
Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam kajian, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al Qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al Qur'an tersebut.
Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.
Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cum laude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.
Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.
Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.
Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar Rahman Ar Rahiim.

Rabu, 17 Desember 2008

SMS DARI SAHABAT

Kecantikan wanita adalah kelembutannya, kekayaan wanita adalah keluasan ilmunya, kekuatan wanita adalah keikhlasannya (Laily)
Tidak pernah ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta yang murni dan tulus.Cinta yang mendalam menebarkan energi positif yang tidak hanya mengubah hidup seseorang tetapi juga menerangi kehidupan orang banyak. (Asep)
Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami orang-orang yang menunjukkan serta mendapat petunjuk (Asep)
Ukhuwah bukan terletak pada pertemuan jasad, bukan pada manisnya ucapan.Namun ukhuwah terletak pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dan doa yang selalu terlantun untuk saudaranya. (Rani)
Aku hanya ingin air dan Allah memberi samuderaAku hanya ingin pelita dan Allah memberiku matahariAku hanya ingin cinta dan Allah memberiku persahabatan yang indah bersamamu (Devy)
Alangkah indahnya hidup bila kita mampu mengecap manisnya islam, lezatnya iman, lisan-perbuatan mulia, dicintai Allah dan bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya manusia. Mari benahi diri (Laily)
Mata hati mampu menembus kegelapan hidup karena dinaungi ilahi. Mata hati tidak akan menyesatkan siapapun yang menggunakannya karena dituntun menuju Allah, diasah melalui taubat, dzikir dan membaca tanda2 kebesaran Allah.Mata hati kunci membuka peta jalan hidup sebenarnya menuju kebagian dunia akhirat.(Yerni)
Jika hujan deras cobalah keluar, hitung dan rasakan titik2 air hujan yang jatuh dari langit. Sebanyak itulah aku bersyukur mempunyai saudara sepertimu (Ummu F)
Langit dan bumi-Ku tak mampu memuat-Ku, namun hati hamba-Ku yang lembut dan sabar dengan imannya dapat memuatku. Hadits Qudsi (Laily)
Besi itu kuat, tetapi api dapat mengalahkannya Api itu kuat tetapi air mampu memadamkannya Air itu kuat tetapi awan bisa menghalanginya Awan itu kuat tetapi angin mampu memindahkannya Angin itu kuat tetapi manusia mampu menahannya Manusia itu kuat tetapi ketakutan bisa melemahkannya Ketakutan itu kuta tetapi tidur bisa mengatasinyaTidur itu kuat tetapi mati ternyata lebih kuat Yang terkuat adalah kebaikan, ia takkan hilang setelah mati (Asep)

Selasa, 02 Desember 2008

PENGOKOH HATI YANG RESAH

1. SIAP (RIDHA) DALAM HIDUP INI
Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga kita tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Ikhtiar yang disertai niat yang sempurna itulah tugas kita, perkara apapun yang terjadi kita serahkan sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Kita harus sadar betul bahwa yang terbaik bagi kita menurut kita belum tentu terbaik bagi kit menurut Allah, bahkan mungkin kita terkecoh oleh keinginan harapan kita sendiri. Pengetahuan kita tentang kehidupan dirikita atau tentang apapun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya. Sehingga betapapun kita sangat menginginkan sesuatu, tetapi hati kita harus kita persiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapankita. Karena mungkin itulah yang terbaik bagi kita.
2. RELA MENERIMA KENYATAAN YANG ADA
Realitas ( Kenyataan ) yang terjadi yaa... inilah kenyataan dan episode hidup yang harus kita jalani. Emosional, sakit hati, dongkol, sedih, mengurung diri atau apapun yang membuat hati kita menjadi kecewa dan sengsara harus segera kita tinggalkan karena dongkol begini, tidak dongkol juga tetap begini. Lebih baik Kita menikmati apa adanya. Lubuk hati kita harus realistis menerima kenyataan yang ada, namun tubuh dan pikiran kita harus tetap bekerja keras mengatasi dan menyelesaikan masalah ini. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Maka yang harus kita lakukan adalah mencari ayam, Kerupuk, kacang polong, kecap, seledri, bawang goreng dan sambal agar (Jadilah bubur ), bubur ayam spesial tetap dapat kita nikmati.
3. JANGAN MEMPERSULIT DIRI
Meyakini bahwa hidup ini bagai siang dan malam yang pasti silih berganti. Tak mungkin siang terus menerus dan tak mungkin juga malam terus menerus. Pasti setiap kesenangan ada ujungnya, begitupun masalah yang menimpa kita pasti ada akhirnya. Kita harus sangat sabar menghadapinya. Ujian yang diberikan oleh Allah Yang Maha Adil pasti sudah diukur dengan sangat cermat sehingga tak mungkin melampaui batas kemampuan Kita, karena ia tak pernah menzhalimi hamba-hamba- Nya. Dengan pikiran buruk Kita hanya semakin mempersulit dan menyengsarakan diri Kita. Tidak...!! Kita tidak boleh menzhalimi diri Kita sendiri. Pikiran kita harus tetap jernih, terkendali, tenang dan proporsional. Kita tak boleh terjebak mendramatisir masalah. Kita harus berani menghadapi persoalan demi persoalan. Tak boleh lari dari kenyataan karena kita tanggung sudah hidup diatas dunia ini, karena lari sama sekali tak menyelesaikan bahkan sebaliknya hanya menambah permasalahan. Semua harus tegar kita hadapi dengan baik, Kita tak boleh menyerah, Kita tak boleh kalah karena kita masih punya tempat yang abadi ( Akhirat), nanti jika kita bersabar dan iktiar dengan ilmu. Harusnya segala sesuatu itu ada akhirnya. Begitu pun persoalan yang kita hadapi, seberat apapun seperti yang dijanjikan Allah “Fa innama’al usri yusran, inna ma’al usri yusran” dan sesungguhnya bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan, bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan. Janji yang tak pernah mungkin dipungkiri oleh Allah. Karena itu kita tak boleh mempersulit diri apalagi sakit hati, atau kecewa karena hidup kita sudah di ukur sejak dalam kandungan .
4.NILAI DIRI DENGAN KACAMATA AGAMA
Nasib baik atau buruk dalam pandangan kita mutlak terjadi atas izin Allah dan Allah tak mungkin berbuat sesuatu yang sia-sia pasti ada hikmah di balik kejadian apapun asal kita mensikapinya dengan Ilmu dan jernih hati. Ini pasti ada hikmah. Sepahit apapun pasti ada kebaikan yang terkandung di dalamnya bila disikapi dengan sabar dan benar serta terus belajar dalam agama. Lebih baik kita renungkan kenapa Allah menakdirkan semua ini menimpa Ku...? Bisa jadi sebagai peringatan atas dosa-dosaku. .?, kelalaianku. .?, atau mungkin saat kenaikan kedudukanku di sisi Allah karena harus uji kualitas iman kita . Aku...? mungkin harus berfikir keras untuk menemukan kesalahan yang harus kuperbaiki.. .?. Itibar (Bercermin) dari setiap kejadian adalah cermin pribadi Kita. Kita tak boleh gentar dengan kekurangan dan kesalahan yang terjadi. Yang penting kini kita bertekad sekuat tenaga untuk memperbaikinya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.
5. YAKINI HIDUP INI ALLAH LAH YANG BERBUAT TERBAIK UNTUK KITA
Kita harus yakin bahwa walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolong atau untuk mencelakakan kita. tak mungkin terjadi apapun tanpa izin-Alloh, asal kita terus giat beribadah mencari ilmu membaca buku-buku islam . Hati Kita harus bulat total dan yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa hanya Allah-lah satu-satunya yang dapat menolong memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan banyak-banyak lah berdoa dalam shalat malam jangan malas bangun malam, sebab ijabahnya do'a adalah waktu sepertiga malam. Allah Mahakuasa atas segala-galanya karena itu tiada yang mustahil bila Dia menghendaki. Dialah pemilik dan penguasa segala sesuatu, sehingga tiada yang sanggup menghalangi jika Dia berkehendak menolong hamba-hamba- Nya. Dialah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan- Nya. Dengan demikian maka kita harus benar-benar berjuang, berikhtiar mendekati-Nya dengan mengamalkan apapun yang disukainya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain Dia hanyalah sekedar mahluk yang akan mati dan tak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya. "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki dari arah yang tak diduga, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya. " (QS [65] : 2-3)Orang yang akan selamat dunia & akhirat adalah orang yang selalu belajar mengenal Alloh dengan Benar, mengamalkan agamanya dengan benar, tidak meninggalkan belajar dalam agamanya, celaka dan selamatnya tergantung pemahaman agama dan pengamalannya. Pelajarilah AL-Qur'an & Al-Hadits Niscaya Anda Selamat sampai tujuan [Imam Abu Hatim]